Wednesday, August 5, 2020

Bag 2. Pentingnya Manajemen Emosi

Manajemen Uang/Harta
Menurut, Prof. Quraish Shihab mengatakan, Dalam pandangan Al Quran, uang merupakan modal serta salah satu faktor produksi yang penting di bawah manusia dan sumber daya alam. Hal ini berbeda dengan pelaku ekonomi modern yang memandang uang sebagai segala sesuatu hingga seringkali manusia atau sumber daya alam ditelantarkan (dianiaya). (suaramuslim.net, 2018)
Allah juga berfirman dalam QS. An Nisa’ ayat 5, yang berbunyi :

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Artinya: “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. 

Sederhananya, Manajemen harta dapat berarti penggunaan harta itu sendiri baik berupa sedekah, infaq, ditabungkan atau dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Manajemen Jasmani
.. Makanlah dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al-Araf (7): 52)

Dalam surah al-Araf ayat 52 memerintahkan untuk makan dan minum dengan satu syarat; TIDAK BERLEBIHAN. Apa makna dari anjuran agar tidak berlebihan tersebut?

Ibnu Katsir ketika menafsirkan menukilkan hadis yang diriwayatkan Abu Yala bahwa Rasulullah bersabda,Sesungguhnya termasuk berlebih-lebihan adalah memakan segala makanan yang kau sukai. Ibnu Katsir juga menyatakan, sebagian ulama salaf mengatakan, Allah menghimpun semua kebaikan dalam separuh ayat ini, yaitu Firman-Nya dalam ayat di atas tentang makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan.

Rasulullah SAW menganjurkan agar makan dengan porsi cukup. Makanlah sebelum engkau merasa (terlalu) lapar dan berhentilah sebelum merasa kenyang, sisi baik dari nasihat Rasulullah ini penting, sebab ketika seseorang makan dalam kondisi yang sangat lapar, ia akan sulit mengontrol keinginannnya (terlalu lahap) yang berujung pada begah; susah bernafas. Padahal, tubuh manusia diciptakan Allah 1/3 untuk makan, 1/3 untuk minum dan 1/3 lagi untuk bernafas.

Selain itu juga, Allah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah ayat 222 tentang pentingnya mensucikan diri. Firman tersebut berbunyi :
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (Qs. Al-Baqarah 2: 222). 

Manajemen emosi
 Emosi di manage dengan diisi dengan rohani dan tentunya disalurkan pada tempat yang baik
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” 

Kita garis bawahi “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Ayat tersebut berarti orang-orang yang sabar akan diberi balasan pada hari Kiamat tanpa hitungan dan kadar, karena banyak dan bermacam-macam.