Sunday, August 25, 2019

Ada Cinta Di Pesantren

Mungkin gak sih, santri jatuh cinta?

Jangankan jatuh cinta, terjun bebas dari ranjang aja banyak. Konon, belum jadi santri kalau belum nyoba terjun dari ranjang. Dan untuk jadi santri kelas pro, bukan cuma terjun dari ranjang tapi harus terjun dulu dari pagar pesantren. Pahamkan maksudnya kelas pro? Hehehe, santuy, just kidding kok akang dan neng santri yang cageur dan pinter.

Witing tresno, jalaran soko kulino

Cinta ada karena terbiasa, kata pepatah jawa. Nah, hati-hati dengan kegiatan harian yah. Salah-salah malah jatuh cinta sama kegiatan un-faedah karena terbiasa melakukannya terus menerus.

Pepatah jawa itu yang mendasari kenapa bisa ada cinta di pesantren. Sebelum subuh harus tahajud, setelah subuh lanjut menghafal Al-Qur’an, dilanjutkan belajar di kelas, uang jajan mepet, lihat akhwat harus memalingkan pandangan walau kadang nyolong-nyolong dikit sih, upss. Dan berbagai kegiatan yang dilakukan berulang-ulang selama ratusan atau ribuan hari.

Tersebab itulah, yang sebelumnya tidak kenal dengan sholat tahajud jadi ketagihan sholat tahajud. Yang sebelumnya mikirin mantan yang tidak pernah memikirkannya, jadi sangat ketagihan untuk menghafal Al-Qur’an. Kegiatan positif yang berulang-ulang telah menumbuhkan benih-benih cinta hingga akhirnya Fallin Love dengan kebaikan.


 Ingin jatuh cinta ala santri? Yuk, lakukan kebaikan secara terus menerus.

No comments:

Post a Comment